BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan tumpuan dan harapan orangtua, masyarakat, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini, sekolah memegang peranan yang penting karena programnya lebih mantap dan baku dibanding lembaga pendidikan lainnya. Di sini potensi anak akan ditumbuh kembangkan dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik dan sempurna. Sesuai dengan UUD 1945 tentang pendidikan dan kebudayaan, yakni : "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang".1 Keberhasilan pengajaran di sekolah, ditentukan sampai sejauh mana penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru, guna mencapai tujuan. Untuk sampai ke sana, yaitu siswa dapat menguasai bahan yang diberikan, bukan hal yang gampang, karena hal itu akan terpulang pada masalah bagaimana umpan balik yang diberikan siswa selama pengajaran berlangsung.
Bertanya merupakan salah satu umpan balik yang diberikan siswa selama pelajaran berlangsung. Di samping itu juga, Abdul Lathif bin Hajis Al Ghamidi mengatakan: “Banyak bertanya adalah bukti kecerdasan anak”.2 Ini merupakan peluang guru untuk mengenali siswa-siswanya dan pikiran mereka. Guru yang baik dan sukses, selalu berusaha menjawab berbagai pertanyaan siswanya dan memotivasi mereka untuk sering bertanya. Karena ia yakin, dengan tertanamnya kebiasaan bertanya pada siswa, berarti ia telah menambah pengetahuan dan melatih kepercayaan diri mereka, dan merupakan hal yang lebih utama dari pekerjaan-pekerjaan lainnya. Siswa sebagai peserta didik mempunyai kesempatan banyak untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas baginya. Dengan demikian wawasan mereka mengenai berbagai hal terutama pendidikan Aqidah Akhlak yang menghiasi keseharian mereka akan benar-benar diinternalisasikannya dengan baik. Sebagimana firman Allah SWT dalam surah An-Nahl ayat 43 yang berbunyi
Dari ayat tersebut di atas jelaslah bahwa kita diperintahkan untuk selalu belajar dan bertanya kepada orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, kalau kita tidak tahu. Karena tidak sama antara orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Az-Zumar ayat 9 yang berbunyi Belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar. Perubahan dalam belajar di antaranya bisa berbentuk kebiasaan. Dalam proses belajarnya, siswa mempunyai kesempatan untuk mengontrol dan menilai sendiri hasil belajar yang dicapainya, apakah ia telah mengetahui dan memahami tentang apa yang disampaikan gurunya ataukah belum. Siswa dituntut agar mampu bertanya dan selalu berani mengajukan pertanyaan, tanpa keraguan. Namun demikian, di MTsN Batu Benawa tidak semua siswa terbiasa bertanya. Masih ada siswa yang enggan dalam mengajukan pertanyaan.
Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan bertanya pada siswa tersebut. Faktor itu bisa berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, seperti tujuannya mengajukan pertanyaan, perasaannya ketika bertanya dan lain-lain. Di samping itu juga faktor yang berasal dari luar diri siswa, seperti faktor guru dalam memotivasi siswa untuk terbiasa mengajukan pertanyaan, faktor lingkungan, suasana belajar dan teman-teman yang kurang mendukung. Untuk mengetahui sejauh mana kemajuan hasil belajar siswa dalam mencapai tujuan pendidikan, dilakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi itu diketahui tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tersebut.