ABSTRAK
Biaya angkut dalam kegiatan penambangan biasanya merupakan sebagian besar dari seluruh biaya produksi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, 51% dari seluruh biaya produksi digunakan untuk kegiatan pengangkutan. Oleh karena itu diperlukan adanya optimasi geometri jalan tambang, karena penurunan biaya angkut sekecil apa pun dapat menghasilkan penghematan yang signifikan untuk jangka panjang. Efek positif lainnya adalah meningkatnya produktivitas alat angkut, menurunkan load factor dari alat angkut, dan meningkatnya keamanan. Parameter-parameter yang digunakan untuk optimasi jalan tambang di antaranya, grade jalan, grade resistance, rolling resistance, lebar jalan lurus dan tikungan, jari-jari tikungan, dan superelevasi. Parameter-parameter tersebut digunakan untuk menentukan kecepatan ideal untuk setiap bagian jalan tambang sehingga dapat diketahui bagian mana yang diperlukan optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, semua parameter-parameter tersebut mempunya pengaruh yang signifikan terhadap cycle time, dan fuel consumtion, terutama grade resistance dan rolling resistance. Hal tersebut terjadi karena alat angkut harus menggunakan load factor yang besar dan kecepatan rendah agar menghasilkan rimpull yang cukup untuk mengatasi total resistance yang besar. Maka dari itu, optimasi geometri jalan tambang berdampak langsung terhadap biaya angkut dan fuel ratio.
Kata kunci: Geometri Jalan Tambang, Hauling Cost, Cycle Time, Load Factor, Produktivitas.














